HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontributor

Di Duga wanita Hamil 6 Bulan Ngaku Dianiaya, Saat Diperiksa Deasy Kembali Alami Sakit Diperut


Teks Foto : Foto orang tua Deasy Natalia

Percut - Malang betul nasib Deasy Natalia Br Sinulingga dan bayi dikandungannya pasalnya belum lagi sembuh sakit yang dirasakan dibagian perutnya pasca dirinya yang mengaku diduga dianiaya oleh oknum polisi dan Kapolsek di Polsek Percut Sei Tuan. Kini dirinya kembali mengalami sakit kembali akibat ulah penyidik yang ingin mengambil hp pelapor diduga secara paksa.


Pengakuan ibu pelapor bernama Novi kepada wartawan mengatakan kedatangannya ke penyidik Polrestabes Medan memenuhi panggilan sesuai yang diterimanya pada beberapa waktu yang lalu. Miris, keributan terjadi bermula anaknya memegang Hp saat diperiksa juper, kemudian juper merasa keberatan lalu menuding Deasy merekam saat di periksa.

"Saat kami di periksa oleh juper, Desy megang Hp,lalu dituding juper seolah Desi merekamnya.Kemudian Desy pun gak terima karena anak saya tidak ada merekam saat diperiksa juper. Lalu juper menarik hp yang dipegang Desy, tarik menarik pun terjadi dan keributan sesaat," ujar Novi pada Rabu (29/4/2021).

Setelah keributan terjadi pemeriksaan ditunda, pihak pelapor pulang dikarenakan perutnya sakit.Sebenarnya pemeriksaan tetap harus berjalan demi keadilan terujud.

"Perut Desy merasa sakit, kondisinya lagi hamil. Saya berharap pemeriksaan tetap diproses akan tetapi anak saya Desy tidak sanggup menahan rasa sakit perutnya diduga akibat keributan dan tarik menarik hp tersebut," ucapnya.

"Kata Deasy saat mengadu kepadaku perutnya semakin sakit dan rasa sesak terasa dibagian perutnya," imbuhnya dengan raut wajah seorang ibu yang khawatir dan cemas akan keadaan anaknya yang sedang mengandung.

Ia menambahkan agar pihak penyidik (juper) bersikap profesional dalam melakukan pemeriksaan. Selama tiga jam di ruangan juper, namun pemeriksaan belom rampung.

"Kami dah tiga jam diruangan juper, namun pemeriksaan yang dilakukan juper bertele-tele maksudnya pada waktu memeriksa sebentar-sebentar penyidik ke luar ruangan dan itu kerap terjadi saat kami dimintai keterangan terkait laporan anak saya melaporkan AKP Janpiter Napitupulu. Saya hanya menuntut keadilan dan proses laporan saya dipercepat," pungkasnya.

Saat dikonfirmasi awak media Waka Sat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles dan Penyidik wawancara/interogasi  Polrestabes Medan Iptu Ardian Yunan melalui Whatsap belom direspon/balas  hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi terkait keributan dan tarik menarik Hp si pelapor (Desy) sehingga pemeriksaan oleh juper tertunda diduga akibat kejadian itu perut Desi yang lagi hamil mengalami sakit.

Sebelumnya diberitakan Kepada wartawan ibunya bernama Novie Ritani Ritani Lumban Tobing (56) mengaku pasca yang terjadi di Polsek Percut Sei Tuan beberapa hari yang lalu, anaknya kini kerap kali mengalami sakit di bagian perutnya. Selasa (27/4).

"Kakinya masih, pagi setelah kejadian Desi mengadu bahwa perutnya sakit hingga ada keluar darah, saya sempat berdoa ya Allah jangan lah sempat anak saya melahirkan sebelum waktunya," katanya dengan sedih.

Di hari yang sama deasy dibawa ibunya ke Rumah Sakit, menurut dokter pada bayi dikandungannya dibagian leher terlilit tali pusar.

"Jadi dibilang dokter itu ke anak saya kalau bisa jangan terlalu capek kali kalau bisa jangan sampai terjadi lagi karena bisa di operasi jadinya, itu anak saya ngak ada ngomong ke dokter soal kejadian di Polsek itu," ungkapnya.

"Anak saya bertanya 'apa mungkin keluar darah itu karena aku di tolak itu ya Mak'," imbuhnya.

Deasy kata Novie mengadu kepadanya bahwa pada saat kejadian di Polsek itu, ia sempat mendapat ancaman kematian dari anggota Polsek Percut Sei Tuan.

"Kata anak saya dia dibisikkan oleh anggota disana baju hitam dengan mengatakan 'Kau nanti diluar dapat Mati kau kubikin' itu kata yang baju hitam itu," akunya.

Hingga kini menurut Novie anaknya sering kali mengalami sakit dibagian perutnya, namun begitu ia berharap dan selalu berdoa agar tidak terjadi apa apa terutama kepada bayi yang dikandung anaknya.

terkait dilaporkan nya Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu ke Polrestabes Medan, ia mengatakan apakah itu cukup bukti.

Deasy dihadapan wartawan dikediaman nya Jalan Baru Lingkungan IV Bhayangkara 1 Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung mengatakan dirinya sudah melaporkan kejadian yang di alaminya ke Polrestabes Medan. 

"Saya laporkan ke Polrestabes adalah Janpiter Napitupulu dengan anak buahnya atas laporan penganiayaan seperti yang tertuang dalam laporan polisi nomor : LP/B/818/K/IV/2021/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA," katanya, Selasa (20/4/2021).(DN) 

Newest
You are reading the newest post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *