HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Kapolsek Medan Area Dapat Karangan Bunga Dari Pencinta Hewan

By On Agustus 31, 2021


Medan
,- Usai Hakim Ketua, Hendra Utama Sutardodo dalam sidang virtua di Negeri Medan pada Selasa 31/8/2021, menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan  terhadap terdakwa kasus penjagal atau pencuri kucing Tayo yang sempat viral di Media Sosial yang berhasil ditangkap Polsek Medan Area.

Polsek Medan Area yang di Komandoi oleh Kompol Faidir Chaniago,SH,MH  kembali dibanjiri karangan papan bunga yang datang dari komunitas pencinta hewan kucing yang datang dari berbagai komunitas yang ada di tanah air.

Puluhan karangan bunga yang yang di kirimkan kepada Polsek Medan Area ,berisikan ucapan terimakasih atas kegigihan pengungkapan kasus  dan selamat sukses kepada  Polsek Medan Area dalam tegaknya hukum untuk keadilan hewan yang datang dari puluhan pencinta kucing yang ada di NKRI.

Salah satu karangan bunga yang dikirimkan oleh ANIMAL DEFENDERS INDONESIA yang bertuliskan " Terimakasih Polsek Medan Area Atas Penegakan Hukum Penganiayaan Hewan"

Kapolsek Medan Area ,Kompol Faidir Chaniago,SH MH saat di konfirmasi mengatakan bahwa dirinya juga mendapatkan hal yang senada juga datang dari Tim Advokasi Pejuang Hak Hidup Hewan (PH3) dan Animal Defenders Indonesia , Pada Rabu 1 September 2021 Pukul 07.00 Wib melaui hp selularnya

"Pak Faidir, Mas Rianto, dan Bang Bilmar, terima kasih banyak atas bantuan, kerja sama, dan dukungannya untuk penegakan hukum atas perlindungan hak dan kesejahteraan hewan 

Terima kasih Polsek Medan AreaT,erdakwa Rafeles Simanjuntak (Neno) dikenakan sanksi pidana penjara 2 tahun 6 bulan atas dakwaan pertama (pencurian dalam keadaan memberatkan) terhadap kucing Tayo milik Mbak Sonia" , Jelas Mantan Kapolsek Pancur Batu tersebut mejelaskan pesan yang masuk ke Handphone nya.(Endang)

Kapolsek Medan Area Turun Langsung Lakukan Sosialisasi PPKM Level 4 Diwilayah Hukumnya

By On Agustus 31, 2021


Medan
,- B
erdasarkan Undang - Undang No.2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Surat Perintah Kapolsek Medan Area nomor : Sprin/ 703/VIII/Ops 1.2/2021 tanggal 5 Agustus 2021.

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir, SH, MH, beserta Waka Polsek AKP Tri Eko, Kanit Intelkam, Kanit Binmas dan anggota, melaksanakan kegiatan pembagian masker dan Penempelan brosur himbauan / pembagian Surat Edaran dari Walikota Medan, kamis (5/7/2021) pukul 10.00 wib s/d 11.00 wib, kepada pelaku Usaha Warung, kedai kopi dan masyarakat yang melintasi di jalan Bromo Kelurahan Tegal Sari 3 Kecamatan Medan Area.

Selanjutnya menyampaikan himbauan protokol kesehatan dan teguran/ penindakan serta Sosialisasi  PPKM Level 4, kepada pelaku Usaha Warung, kedai kopi dan masyarakat yang melintasi di jalan Bromo, Kelurahan Tegal Sari 3 Kecamatan Medan Area, yang buka  operasional tidak sesuai ketentuan PPKM Level 4. 

Adapun personil yang ikut pelaksanaan kegiatan, Kapolsek Medan Area/ Kompol Faidir SH MH didampingi Waka Polsek Akp Tri Eko, turut serta Kanit Intelkam AKP Syafrizal, Kanit Binmas Ipda Sartono SH, Kasi Humas Aiptu Hery, Panit 1 Binmas Aiptu Junaedi dan Tiga Pilar Kel. Tegal Sari 3.

Pukul 11.00 Wib, Kegiatan pembagian masker dan himbauan serta Sosialisasi PPKM Level 4 telah selesai dilaksanakan, kegiatan berjalan aman terkendali.

Hasil kegiatan yang dicapai :

1. Pemberian Masker 

2. Teguran Lisan : 5 X

3. Tidak memakai masker : 9 X

4. Tidak menjaga jarak : 6 X

5. Penempelan brosur himbauan/ pembagian Surat Edaran dari Walikota Medan : -

6. Himbauan/ Sosialisasi : 5X

7. Jumlah pelaku usaha melanggar : Nihil.

Ditresnarkoba Poldasu Kembali Ungkap Peredaran Narkoba

By On Agustus 31, 2021


MEDAN - Seorang kurir sabu-sabu, bernama M Rizal (34) warga Kota Pantun Labu Aceh Utara, tak berkutik saat diamankan personil Direktorat Resnarkoba Sumatera Utara, di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, Kamis (26/8/2021) malam

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan penangkapan terhadap tersangka bermula adanya informasi dari masyarakat tentang seorang pria bernama Wanda yang dapat menyediakan sabu-sabu. "Dari informasi itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan," kata hadi Selasa (31/8/2021). 

Lanjut kabid humas, kemudian petugas melakukan undercover atau penyamaran sebagai pembeli sabu-sabu. Polisi yang menyamar tersebut menghubungi Wanda untuk memesan sabu.

"Anggota Ditresnarkoba bernegosiasi hingga akhirnya ada kesepakatan," ucap Hadi. 

Setelah negosiasi, lanjutnya, akhirnya sepakat transaksi di Kawasan Kota Tebing Tinggi. "Tim duluan datang ke lokasi, untuk menunggu target," ujar dia. 

Setelah ditunggu, sebut dia, target operasi datang mengendarai mobil avanza BK 1151 PN. Tapi, sambung dia, target yang datang itu bukan Wanda melainkan orang suruhannya bernama M Rizal. 

"Yang mengantar sabu itu orang suruhannya," kata Hadi. 

Setelah memprlihatkan pesanan polisi yang menyamar sebagai pembeli itu langsung menyergap "Barang bukti yang berhasil disita berupa 10 bungkus terdiri dari 5 bungkus merk merkdaguanyin dan 5 bungkus merk guanyingwan yang diduga sabu-sabu, dengan total diperkirakan 10 kg" jelasnya. 

Tersangka sendiri, sebut Hadi, disuruh oleh seorang pria tidak dikenalnya dari Kota Tanjung Balai. "Selanjutnya tersangka dan barang bukti di bawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tambah dia. 

Pihak Ditresnarkoba Poldasu masih mengembangkan kasus ini untuk mengejar tersangka bernama Wandan dan pria warga Kota Tanjung Balai.(endang)

"PPKM Level 4 Kota Medan dan Siantar Diperpanjang, Polda sumut Terus Tingkatkan Operasi Yustisi"

By On Agustus 31, 2021

 


Medan,mashuri.co.id
Di tengah situasi PPKM kota Medan yg masih berada pada level 4, Polda Sumut terus meningkatkan Ops Yustisi dalam penegakan Protokol kesehatan di tengah - tengah masyarakat. 

Hal ini di lakukan agar masyarakat memahami bahwa saat ini situasi penyebaran covid -19 di kota Medan masih tinggi. 
Personil gabungan TNI Polri Dan Satgas Covid 19 Sumut yg terbentuk dalam Tim Ops Yustisi terus melakukan patroli serta razia pendisiplinan Protokol kesehatan kegiatan masayarakat baik siang maupun malam hari. 

Kombes Hadi Wahyudi SIK SH mengatakan Polda Sumut tidak lengah untuk terus melaksanakan Ops Yustisi dalam pelaksanaan PPKM level 4.

“Saat ini Kota Medan masih level 4 jadi kami terus meningkatkan operasi Yustisi berharap masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan peraturan yg telah di tetapkan dalam pelaksanaan PPKM level 4 “ jelas Kabid Humas Polda Sumut.

Setiap harinya tim Operasi Yustisi melakukan kegiatan razia dengan cara stationer dan Patroli pada lokasi kerumunan di sekitaran kota Medan, melakukan himbauan terkait prokes, penindakan kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker, berkerumun, memberikan masker kepada masyarakat.

“Harapannya dengan terus di lakukannya Ops yustisi masyarakat menyadari pentingnya prokes untuk kesehatan dan perlindungan diri dari covid -19 “ pungkas Kombes Hadi.

(Endang)

Kodim 0204/DS Melalui Koramil 24/TTSB Beri Bantuan Kepada Warga Tertimpa Bencana Puting Beliung

By On Agustus 26, 2021

 


Sergai
,- Kodim 0204/ DS, Melalui Danramil 24/ TTSB Kapten inf. Jaswadi Barus, meninjau lokasi Bencana Angin Puting Beliung yang terjadi pada hari Rabu (25/08/202) pukul 17.00 Wib, di Dusun 1 Desa Naga Kesiangan Kec. Tebing Tinggi Kabupaten Sergai (Serdang Bedagai).

Adapun kegiatan yang dilakukan di samping meninjau lokasi Koramil 24/TTSB juga membatu melakukan Gotong royong membersihkan rumah warga yang terkena bencana dan mendata kategori kerusakan rumah untuk dilakukan perbaikan oleh Pemkab Sergai berupa bahan material bangunan. 


Kodim 0204/DS Melalui Koramil 24 /TTSB  memberikan bantuan Sembako berupa beras ke tiap tiap warga yang terkena Bencana angin puting beliung untuk meringankan beban penderitaan yang di alami warga, serta bersama sama melakukan gotong royong.

Danramil 24/TTSB Kapten inf. Jaswadi ketika di temui awak media mengatakan " Kerja Sama yang di lakukan Muspika Kecamatan Tebing Tinggi dalam rangka mengatasi kesulitan rakyat merupakan bentuk dari Sinergitas yang selama ini di lakukan dalam menindak lanjuti setiap permasalahan yang di hadapi di tengah tengah masyarakat, sehingga setiap permasalahan dapat kita selesaikan dengan cepat" ungkapnya.

Camat Tebing Tinggi. Edy Syahputra dalam penyampaiannya, mengutarakan " Kita memang tidak berharap akan terjadinya musibah ini namun bila Allah SWT telah memberikannya maka kita harus bersabar, kejadian bencana Angin puting Beliung ini sudah kita laporkan kepada Pemerintah Kab. Sergei dan sudah ditanggapi dan telah menurunkan tim dari BPBD Kabupaten untuk mendata kategori kerusakan serta memerintahkan Kepala Desa Naga Kesiangan Sugianto untuk belanja bahan material yang di butuhkan. agar rumah warga yang rusak segera dapat di perbaiki dengan bergotong royong.(Red)

Kodim 0204/DS Gelar Rapat Imendagri bersama Camat Tebing Tinggi melalui Koramil 24/TTSB

By On Agustus 24, 2021

 


Sergai-
Kodim 0204/ DS Melalui Danramil 24/ TTSB, bersama Muspika Kec. Tebing Tinggi Kab. Sergei melaksanakan rapat dengan seluruh Kades (Kepala Desa) Kecamatan Tebing Tinggi membahas Inmendagri (Intruksi Mentri Dalam Negeri)  No : 37 Tahun 2021 Tentang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 3, 2 dan 1 di Aula kantor Camat Tebing Tinggi (24/08).

Kegiatan rapat membahas tentang mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) di tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 . Yang diperpanjang waktunya mulai tgl 24 Agustus 2021 sampai dengan 06 September 2021.



Dalam rapat Camat Tebing Tinggi Kab. Sergei Edy Syahputra. STP. MSI dalam arahannya kepada Seluruh Kades agar mengoptimalkan kembali Pos PPKM di Desanya masing masing ,dan ini bukan hanya sekedar seremonial saja, tetapi harus dilengkapi dengan personil yang bertugas dan pelaksanaanya aktif setiap hari, Ujar Edy Syahputra.


Edy Syahputra menambahkan agar pada jalan pintas ditutup dengan membuat portal mati sehingga dapat mempermudah mendata warga yang beraktifitas untuk keluar masuk ke desanya masing masing melalui jalan yang telah di tentukan.


Kapolsek Tebing Tinggi yang diwakili oleh Waka Polsek, Ipda. Rudi, memberikan arahan tentang perlunya perubahan prilaku manusia, dimana saat ini masih ada di temukan masyarakat yang enggan menggunakan masker,maka diharapkan kepada para petugas yang melakukan penyekatan agar dapat menghimbau secara humanis, dan jangan mudah terpancing emosi saat menghadapi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan (Prokes).


Kapten Jaswadi Barus : Kades harus Dukung PPKM 


Lebih Lanjut Danramil 24/ TTSB, Kapten inf. Jaswadi Barus, mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta rapat , dan mengatakan pembuatan Pos PPKM Penyekatan dan Pos PPKM pada Centra Ekonomi, sudah ada kita bentuk bersama Camat, namun masih terbatas jumlahnya, ujarnya .

Kapten Jaswadi Barus, berharap dengan diadakan rapat tentang pembentukan Pos PPKM di seluruh Desa ini, dapat di dukung oleh seluruh kepala Desa, sehingga memudahkan bagi kita para petugas untuk melakukan pengendalian terhadap masyarakat agar menyadari dan mematuhi akan Protokol Kesehatan.Ujar Kapten Jaswadi Barus menegaskan. 


Kepada awak media Kapten Jaswadi Barus menyampaikan hasil rapat yang diadakan pukul 15.30 wib - 17.30 wib   tersebut disepakati akan dilakukannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat sebagai berikut :

  1. Pembuatan Pos PPKM Penyekatan di       setiap Desa.
  2. Menghimbau dan Melarang masyarakat bepergian/ keluar rumah tanpa menggunakan Masker.
  3. Membuat data tentang Masyarakat yang terkompirmasi Virus 19 di masing masing Desa.
  4. Membuat Perdes tentang aturan PPKM.
  5. Membuat jadwal petugas di Pos PPKM.
  6. Pembuatan Portal di jalan jalan pintas menuju kedesa sehingga memudahkan untuk pengendalian terhadap masyarakat yang beraktifitas sehari hari. 


Dalam pemberlakuan portal yang akan dibuat  diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi diantaranya :

  • Desa Jambu
  • Desa Paya Bagas
  • Desa Paya Lombang.
  • Desa Meriah Padang.
  • Desa Bah Sumbu.
  • Desa Naga Kesiangan.
  • Desa Kedai Damar.
  • Desa Sei Sarimah.
Kami berharap kepada masyarakat agar tetap mematuhi prokes demi memutus mata rantai covid-19 di wilayah kita ini tambah Jaswadi kepada awak media ini. ( red)

Koramil 24/TTSB Terus Lakukan Himbauan Kepada Warga Yang Melintasi Desa Penggalangan

By On Agustus 14, 2021

  


Sergai
,- Pengawasan serta penyekatan Ruas jalan lintas  desa penggalangan menuju pagurawan Batu-bara atau sebalik terus dilakukan oleh jajaran Koramil 24/TTSB (14/08/21),selain itu Koramil 24/TTSB juga memberikan Sosialisasi dan  Himbauan kepada Masyarakat secara Humanis agar benar benar menyadari tentang  bahaya Penyebaran Covid 19,terus dilakukan oleh anggota Koramil 24/TTSB kepada warga Desa penggalangan kecamatan Tebing Syahbandar kabupaten Serdang Bedagai.

Adapun penyekatannya berlangsung supaya bisa menekan mobilitas masyarakat secara optimal dan berharap kepada semua masyarakat turut bersama bersatu mengendalikan virus covid 19 ini dengan turut berpartisipasi dengan kesadaran diri dan bersama untuk 5 M.

Turut hadir dalam pengawasan penyekatan Seluruh Babinsa koramil 24/ TTSB wilayah binaan kecamatan Tebing syahbandar dipimpin oleh Serma Syafril,Babinkamtibmas Brigadir Solben Sitorus dan Kepala Desa penggalangan M. Syafii.(**)


Perintah Dandim 0204/DS,Danramil 24/TTSB Laksanakan PPKM di Pusat Pasar Tradisional Desa Paya Lombang

By On Agustus 14, 2021


Serdang Bedagai
,- Sesuai intruksi Menteri Dalam Negeri no : 32 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3 dan Perintah Dandim 0204, Letkol Kav. Jackie Yudhantara S. Sos. M Han kepada Danramil Kapten Jaswadi Barus Komandan Koramil 24/TTSB bekerjasama dengan pemerintah desa Payalombang dan KecamatanTebing Tinggi  kabupaten Serdang Bedagai di prakasai langsung oleh Camat Edy Syahputra S.STP, MSi Kepala Desa Paya Lombang Misdianto SH,dan Kepala Puskesmas dr.novijar (14/0821) menggelar pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) serta membagikan masker di Pusat Keramaian pasar Tradisional Desa Paya Lombang.

Dimana kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan lonjakan hingga level 3 maka itu  Koramil 24/TTSB bersama Camat TebingTinggi,Kepala Desa Paya Lombang,Kepala Puskesmas, Babinsa,Babinkamtibmas dan Perangkat Desa  terus berupaya menurunkan laju penurunan kasus COVID-19.Kegiatan ini dilakukan karena kurang nya kesadaran masyarakat yang belum sepenuhnya sadar terhadap penerapan protokol  kesehatan. 


Camat TebingTinggi berharap kesadaran masyarakat,itu kunci yang utama, kalau ada kepedulian masyarakat terhadap proses pastinya peningkatan penyebaran itu sulit, kalau hanya mengandalkan sistem cambuk dari aparat pemerintah dan aparat negara artinya masyarakat pertama yang sadar pekerjaan dari petugas.


" Harapan kita bersama segera berakhirlah wabah ini agar kita bisa seperti sediakala melaksanakan aktivitas untuk memperbaiki tatanan hidup dan ekonomi " ungkapnya


Selain itu Jaswadi mengatakan " Kita melaksanakan PPKM ini Dasar instruksi Bupati dan Dandim  untuk membuat pos PPKM di sektor ekonomi seperti pasar tradisional untuk menghimbau kepada masyarakat agar sadar terhadap protokol kesehatan 5 M, serta terhindar dari bahaya Covid -19 dan penyebarannya dengan tujuan  selain memperkecil perkembangan bisa juga memutus mata rantainya." Tuturnya.


Jaswadi juga Memberikan teguran kepada pengguna jalan yang tidak menggunakan Masker serta memberikan Masker kepada Masyarakat Pengguna Jalan dengan catatan apabila ditemukan lagi tidak menggunakan masker maka akan di beri sangsi tindakan Disiplin yang tujuannya adalah bagaimana agar kurva pandemi menurun selandai mungkin.maka itu perlu dilakukan Guna lebih meningkatkan pemahaman masyarakat dalam membantu mengendalikan pandemi.(red)


Terkait Kasus KDRT, Joao Pedro Da Silva Bastos Minta Keadilan Dan Akan Memprapidkan Satreskrim Polrestabes Medan # Mahmud Irsyad Lubis, SH : Tertuang Di Perkap Nomor 6 Tahun 2019, bila amanah tidak dijalani,  jelas itu tidak menjiwai amanah yang ada didalam Perkap itu, seharusnya dengan melakukan perdamaian mereka sudah melakukan gelar untuk terbentuk SP3

By On Agustus 04, 2021



Teks foto : Joao Pedro Da Silva Menunnjukan Bukti Surat Perdamaian

Medan - Joao Pedro Da Silva Bastos (47), warga Jalan Amal Komplek Evergreen Blok H 18 Kel Sunggal, Kec Medan Sunggal oleh Satreskrim Polrestabes Medan dengan status sebagai tersangka kasus KDRT terhadap Sri Wahyuni, tertuang di dalam  Surat Panggilan II No : S.Pgl/2121-A/VII/Res.1.6/2021/Reskrim, kembali pengamat hukum Mahmud Irsyad Lubis, SH angkat bicara, (04/8/2019).

Ketua KAUM, Mahmud Irsyad Lubis, SH kembali angkat bicara ketika mengetahui Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting ketika dikonfirmasi awak media, (04/8/2021), mengatakan dengan berdalih, bahwa Penyidik tidak mencampuri perdamaian para kedua pihak.

"Kalo pelapor masih keberatan dan meminta perkaranya dilanjutkan ke JPU, maka Penyidik tetap proses perkaranya," ungkap Madianta Ginting.

Selanjutnya Mahmud Irsyad Lubis, SH yang juga Ketua Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), mengetahui jawaban Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, mengatakan bahwa dalam proses pidana, kalau sudah ada perdamaian, maka Polisi segera memfasilitasinya dan menyelesaikannya, kemudian segera melakukan gelar untuk dilakukannya SP3, karena sudah ada perdamaian.

"Jadi bukan menyangkut keberatan, Perkap (Peraturan Kapolri) yang mengatur sekarang. Polisi harus aktif dengan perdamaian yang sudah terjadi, dan ini kan sudah terjadi, kalau sudah sepihak, itu nuansanya menjadi perdata, dia sudah cabut dan sudah tertuang, bukan karena keberatan dia lagi proses ditindaklanjuti. Sekarang dengan Perkap  terbaru, maka Polisi harus aktif melakukan perdamaian yang sudah terjadi, itu tertuang di Perkap Nomor 6 Tahun 2019, bila amanah tidak dijalani,  jelas itu tidak menjiwai amanah yang ada didalam Perkap itu, seharusnya dengan melakukan perdamaian mereka sudah melakukan gelar itu untuk terbentuk SP3,"terangnya.

Sementara itu, Joao Pedro Da Silva Bastos ketika dikonfirmasi meminta keadilan dan mengenai dirinya ditetapkan kembali menjadi tersangka, dirinya akan melakukan Praperadilan (Prapid) terhadap Polrestabes Medan.

"Saya minta keadilan dan dalam dekat ini, saya akan lakukan Prapid," ungkapnya.(RG)

Melewati Gang Sempit H.M.Azwar Beri Bantuan Kepada Masyarakat di Pandemi Covid-19

By On Agustus 03, 2021


Tebingtinggi
-- Berbagi ditengah PPKM Akibat Pandemic Covid-19, Ketua DPD Garda Pemuda Nasdem Kota Tebingtinggi H.M.Azwar Ssi MM Bersama Tim  Gerak Cepat Garda Pemuda NasDem Tebingtinggi melewati gang- gang Sempit Membagikan Beras dan Mei Instan ke Rumah Warga yang dinilai Kurang Mampu pada Minggu Sore (01/08/2021) Sekitar pukul 15:00wib


Usai berbagi kepada para Abang Becak Di depan kantor Garda Pemuda NasDem jalan DeblodSundoro Tebingtinggi, H.M.Azwar Beserta Tim Gerak Cepat Garda Pemuda NasDem Telusuri jalan setapak keluar masuk gang Sempit Di sekitaran Kantor Garda Pemuda NasDem Kelurahan Baglen.

Wakil ketua DPRD kota Tebingtinggi Asal Partai NasDem H.M.Azwar Ssi MM dalam pantauan Awak media (01/08) sekira pukul 16:00wib  Membagikan 1 karung Beras 5 kg dan 10 bungkus Mie Instan ke masing-masing warga kurang mampu yang telah di data Tim Garda Pemuda NasDem Sebelumnya.

Di sela kegiatan kepada wartawan H.Azwar menyampaikan kalau kegiatan tersebut sesuai Arahan Ketua DPP Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh untuk peduli sesama di masa Pandemic Covid-19 yang melanda Indonesia


"Sesuai Arahan Ketua DPP Garda Pemuda NasDem Bapak Prananda Surya Paloh, kita harus selalu Hadir berbuat untuk masyarakat, Terlebih di tengah Pandemic Covid-19 yang belum tau kapan akan berakhir, jadi kita Garda Tebingtinggi harus perhatian kepada lingkungan sekitar"


"Hari ini setelah membagikan bantuan ke abang becak, selanjutnya kita kunjungi rumah warga di sekitar kantor Garda DeblodSundoro ini, memberikan bantuan kepada beberapa orang yang kita anggap layak" jelasnya


Pantauan Awak Media ketua DPD Garda Pemuda NasDem kota Tebingtinggi H.M.Azwar Ssi MM di dampingi Tim Reaksi cepat Satgas GPN menyusuri lorong sempit menggapai rumah warga dari pintu ke pintu membagi bantuan


Masih dalam amatan wartawan seorang warga DeblodSundoro Nenek pijah yang menerima bantuan sangat senang dan mengucapkan terimakasih kepada H.Azwar dan tim yang telah mengantarkan bantuan tersebut kerumahnya


"Saya ucapkan terimakasih, semoga dilancarkan rejeki nya" ucap nenek yang di papah keluarga akibat  susah berdiri karena faktor usia.


( Laporan Risdianto)

Di Tengah PPKM, Ketua DPD GP-Nasdem Tebingtinggi H.M.Azwar Berbagi Ke Abang Becak

By On Agustus 02, 2021


Tebingtinggi
-- DPD Garda Pemuda Nasdem Kota Tebingtinggi Bersama Prananda Surya Paloh (PSP) Pondation Wilayah Provinsi Sumut Berbagi Ditengah PPKM Level 3 Di kota Tebingtinggi Sumatera Utara

Derasnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang di terapkan pemerintah akibat lonjakan paparan  Covid-19 di Sumatra Utara, sangat berdampak pada melemahnya Perekonomian Masyarakat di segala Sektor

Hal inilah yang menjadi perhatian Ketua  DPD Garda Pemuda Nasdem kota Tebingtinggi H.M.Azwar Ssi MM Bersama PSP Pondation  perwakilan Provinsi Sumut yang diwakilkan Rudiyansah  hingga menjalankan Arahan Ketua DPP Garda Pemuda Nasdem Prananda Surya Paloh Agar semua kadernya Di setiap Daerah kabupaten/Kota Berperan aktif membantu masyarakat  ditengah Pandemic Covid-19

Hari ini Minggu (01/08/2021) sekira pukul 14:00wib Didepan kantor Garda Pemuda NasDem jalan DeblodSundoro Dipimpin langsung ketua DPD GPN Tebingtinggi H.M.Azwar Ssi MM didampingi Rudiyansah membagikan 200 kantong Beras dan Indomie Kepada 50 orang abang Becak juga kaum duafa  di sekitar kantor Garda Pemuda NasDem

5 kg beras dan 10 bungkus Indomie per-paket nya dibagikan kepada Abang Becak yang sebelumnya telah di bagikan kupon oleh panitia, begitu juga pada kaum duafa yang berdomisili di sekitar Kantor Garda Pemuda NasDem kota Tebingtinggi jalan DeblodSundoro Baglen

Kepada wartawan H.M.Azwar Ssi MM yang menjabat sebagai wakil ketua DPRD kota Tebingtinggi itu menyampaikan kalau kegiatan di tengah Pandemic Covid-19 kali ini menyasar kepada abang Becak kota Tebingtinggi dan warga sekitar Kantor Garda Pemuda NasDem

"Ini kesekian kalinya kita berbagi di tengah Pandemic Covid-19, Kali ini kita menyasar kepada Para abang Becak kota Tebingtinggi, juga warga sekitar kantor Garda Pemuda NasDem" ucap Ketua DPD Garda Pemuda NasDem H.M.Azwar

Kegiatan berbagi ini sebagai wujud hadir nya Garda Pemuda NasDem di tengah Masyarakat, membantu sebisa mungkin meringankan beban masyarakat di tengah Covid-19, Hal ini juga sesuai arahan Ketua DPP Garda Pemuda NasDem Republik Indonesia Prananda Surya Paloh

"Ini wujud hadirnya Garda Pemuda NasDem di tengah Masyarakat, Berbagi ditengah lemahnya ekonomi akibat Covid-19, merupakan bentuk empati kita bersama, sesuai Arahan Bapak Prananda Surya Paloh, kalau kader Garda di Daerah kabupaten/Kota bersama pemerintah berkontribusi meringankan beban masyarakat" katanya

"Semoga apa yang kita berikan ini Berkah, dan nantinya bisa sedikit meringankan beban Abang Becak di tengah Pandemic, seperti biasa kedepannya kita akan terus berbagi kepada masyarakat lemah" tutupnya

Pantauan Awak Media  Usai  Berbagi terhadap para abang becak Di depan kantor Garda Pemuda NasDem jalan DeblodSundoro, lanjut Ketua DPD Garda Pemuda NasDem kota Tebingtinggi H.M.Azwar Ssi MM di dampingi Riduansyah bersama tim Satgas GPN Tebingtinggi Menelusuri lorong-lorong  kecil membagikan bingkisan, 5 kg beras dan 10 bungkus Indomie sambangi rumah masyarakat yang dinilai layak menerima bantuan

Masyarakat penerima bantuan dengan sumbringah mengucapkan syukur Terimakasih dan rasa haru menerima bantuan dari tangan H.M.Azwar yang mendatangi rumah mereka, ditengah keterpurukan ekonomi keluarga akibat dampak dari Pandemic Covid-19 yang berkepanjangan (Laporan Risdianto)

Pandemi Covid-19 Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi Basyaruddin Nasution SH, MH Berbagi Sembako

By On Agustus 02, 2021


 Tebingtinggi- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Tebingtinggi berbagi sembako ke masyarakat lingkungan 3,  Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebingtinggi, kota Tebingtinggi.

Dalam kegiatan berbagi sembako yang di lakukan oleh DPD partai Golkar Tebingtinggi ini adalah dalam rangka menghadapi bersama - sama dengan masyarakat atas dampak ke tidak stabilannya perekonomian yang disebabkan oleh pandemi virus Corona yang melanda, ini dikatakan oleh ketua DPD partai Golkar Tebingtinggi Basyaruddin Nasution SH, MH yang juga Ketua DPRD Tebing tinggi saat diminta berpidato membuka kegiatan.


" Alhamdulillah tak henti-hentinya kita mengucap rasa syukur kepada Allah Subhana Wata ala yang dengan izinnya kita dapat berkumpul disini, salawat beriring salam kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Salallahu alaihi wasalam semoga Insya Allah kita mendapat syafaatnya di yaumil akhir nanti "


" Ibu - Ibu dan bapak - bapak yang telah hadir di sini, adapun kegiatan yang kita laksanakan hari ini adalah program yang telah disusun oleh DPD partai Golkar Tebingtinggi dan juga partai Golkar di daerah lain, seperti yang kita rasakan pada saat sekarang ini, kita merasakan suasana hari ini serba sulit, semua sulit, bukan juga kami yang memberikan ini tidak sulit, dan juga bukan kami yang memberikan ini karna banyak, kami memberikan ini karna kami juga ikut sama - sama merasakan, oleh sebap itu partai Golkar Tebingtinggi  melaksanakan program  berbagi ini, yang nantinya akan ke seluruh daerah yang ada di kota Tebingtinggi, di mulai hari ini dan minggu atau bulan depan,  mudah mudahan apa yang kita laksanakan mendapatkan mamfaatnya di dunia dan di akhirat, " kata ketua DPD partai Golkar Tebing tinggi, Sabtu (31/7/2021)


 Tak hanya itu, Basyaruddin Nasution SH, MH menyebut sekilas balik ke belakang, Ia mengatakan besarnya partai Golkar di Tebingtinggi tak lepas dari dukungan masyarakat kota Tebingtinggi terhadap partai Golkar.


" Terimaksih kepada masyarakat yang selama ini telah mendukung parti Golkar Tebingtinggi, mengingat selama hari ini partai Golkar Tebingtinggi tetap menjadi pemenang, tanpa dukungan masyarakat Partai Golkar tidak lah menjadi seperti ini, semoga silaturahmi ini tetap terjaga, Partai Golkar Tebingtinggi akan selalu dan senantiasa hadir di tengah masyarakat " Ungkap Basyar.



Pantauan media, Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh ketua IIPG DPD partai Golkar Tebingtinggi Denilah Shofa Nasution SH, MKn yang juga Istri ketua Golkar Tebingtinggi Basyaruddin Nasution SH, MH, Sekjen Partai Golkar Tebingtinggi Mahyan Zuhri, para pengurus DPD partai Golkar Tebingtinggi Beny, Saswa Ginting SE, bidang keagamaan Rahmat Halim Batu bara, ketua kecamatan Golkar Ucok Wijaya beserta pengurus Hery, Fina, pengurus kelurahan partai Golkar Lia.


Dalam kegiatan, pemberian sembako berupa Lima Puluh karung beras dilakukan langsung oleh ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi Basyarudin SH, MH beserta Istri Denilah Shofa Nasution SH, MKn yang juga sebagai ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Tebingtinggi dan para pengurus partai Golkar Tebingtinggi lainya.(red)


Berdalih Korban Mencabut Perdamaian, Satreskrim Polrestabes Medan Kembali Melayangkan Surat Panggilan Sebagai Tersangka Dan Diduga Telah Terima Upeti Rp 50 Juta Atas Kasus KDRT

By On Agustus 02, 2021

Surat Perdamaian Kedua Belah Pihak

#Joao Pedro Da Silva Bastos : Saya Punya Bukti Surat Perdamaian Dan Cabut Perkaranya Serta Kwitansinya.

#Mahmud Irsyad Lubis, SH : Tidak Bisa Dicabut Perdamaian Dari Sepihak, Jika Hendak Mencabutnya, Lakukan Mekanisme Yang Ada Dengan Melakukan Gugatan.

Medan - Terkait dipanggilnya kembali Joao Pedro Da Silva Bastos (47), warga Jalan Amal Komplek Evergreen Blok H 18 Kel Sunggal, Kec Medan Sunggal oleh Satreskrim Polrestabes Medan dengan status sebagai tersangka kasus KDRT terhadap Sri Wahyuni, tertuang di dalam  Surat Panggilan II No : S.Pgl/2121-A/VII/Res.1.6/2021/Reskrim, Joao Pedro Da Silva Bastos kembali angkat bicara dan tak hanya menunjukan bukti kwitansi Rp 50 juta, namun surat perdamaian dan cabut perkara yang ditanda tangani Sri Wahyuni saat dihadapan Penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan.

Menurut Pedro yang saat ini berada di Negara Portugal, melalui Video Call, Senin (2/8/2021) mengatakan, bahwa dirinya langsung menyerahkan uang sebesar Rp 50 juta kepada oknum Penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Aipda Siti Fauziah Nasution pada tanggal 21 November 2020.

"Sehari setelah saya ditangkap pada 20 November 2020, saat itu, istri saya, Sri Wahyuni yang saya suruh ambil uangnya dan kemudian Sri Wahyuni menyerahkan kepada saya yang saat itu dihadapan Aipda Siti Fauziah Nasution, selanjutnya uang Rp 50 juta yang berada didalam kantong plastik, saya serahkan ke Aipda Siti Fauziah Nasution, selaku penyidik saya, tapi herannya saya bahwa saya menerima kwitansi menyerahkan uang kepada oknum pengacara Prodeo berinisial GPP dan itu ditandatangani GPP pada Kwitansinya, saat penyerahan uang kepada oknum penyidik, Sri Wahyuni juga menyaksikan dan ada dihadapan oknum penyidik juga dan sempat saya katakan kepada penyidik, bahwa masalah saya sudah selesai dan saat itu penyidik mengatakan bahwa uda selesai dan saya dibebaskan dan uang ini mau saya serahkan ke komandan yang saat ini berada di Lapangan Merdeka Medan, setelah itu saya dibebaskan," ungkapnya Pedro.


Surat pernyataan yang dibuat korban


Kembali Pedro menuturkan bahwa pada saat dirinya yang  masih diruangan penyidik,(21/11/20), oknum Penyidik Aiptu Siti Fauziah Nasution menyiapkan surat perdamaian dan surat cabut perkara yang ditandatangani Sri Wahyuni.

"Setelah kedua surat itu ditandatangani Sri Wahyuni, makanya saya bisa dibebaskan, tapi kenapa setelah lebih 6 bulan, saya dipanggil lagi sebagai tersangka dengan alasan Sri Wahyuni mencabut perdamaiannya, padahal saya juga menyerahkan uang kepada Sri Wahyuni uang sebesar Rp 55 juta buat tanggungan 2 orang anak yang bersamanya dan itu tertuang  dalam surat perdamaian yang dibuat oknum penyidik dan ditandatangani Sri Wahyuni," tutur Pedro sambil menunjukan surat perdamaian dan cabut perkara tersebut.

Sebelumnya Penyidik unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Aipda Siti Fauziah Nasution, ketika dikonfirmasi tim awak media Minggu (1/8/2021) mengatakan, bahwa agar mengkonfirmasi ke Komandan.

"Bang, maaf konfirmasinya langsung ke komandan aja ya, aku lagi Isolasi Mandiri," ungkapnya.


Berdalih menjadi Kwitansi pembayaran Prodeo


Terpisah, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting ketika dikonfirmasi Tim Awak Media Grub Pematik Polrestabes Medan, Minggu (1/8/2021), seakan enggan berkomentar dengan tidak membalas WhatsApp.

Sedangkan Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles, Senin (2/8/2021), mengatakan bahwa perdamaian terjadi antara korban dan tersangka, bukan dengan penyidik, karena terjadi perdamaian antara suami dan istri, maka kasusnya tidak kami proses, terakhir istrinya mencabut perdamaian tersebut, jadi kita cari lagi.

"Kami tidak kejar perdamaiannya, walaupun mereka sudah berdamai, tapi kalo korban masih menuntut,  ya, penyidik tetap proses kasusnya dan status tersangka, mengenai uang 50 juta itu tidak ada," dalihnya.

Sebelumnya Joao Pedro Da Silva Bastos yang kini berwarganegara Indonesia, ditangkap Satreskrim Polrestabes Medan pada tanggal 21 November 2020, atas kasus KDRT yang dilaporkan istrinya Sri Wahyuni berdasarkan LP/2515/X/2020/SPKT Restabes Medan, tanggal 9 Oktober 2020,

Kemudian keduanya dihadapan oknum penyidik melakukan perdamaian dan Sri Wahyuni, sebagai pelapor mencabut perkaranya, setelah terlebih dahulu Joao Pedro Da Silva Bastos mentransfer uang Rp 55 juta kepada Sri Wahyuni sebagai biaya nafkah anaknya yang berada di Sri Wahyuni dan tertuang di dalam Surat Perdamaian itu.

Selanjutnya Joao Pedro Da Silva kembali menyerahkan Rp 50 juta kepada oknum Penyidik, Aipda Siti Fauziah Nasution yang berdalih uang tersebut untuk menyelesaikan kasus KDRT nya, serta buat Komandan, sehingga Pedro yang sempat ditangkap Satreskrim Polrestabes Medan, akhirnya dibebaskan.

Namun setelah lebih 6 bulan berlalu (bulan Juli 2021), Pedro kembali mendapat panggilan sebagai tersangka kembali oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, dimana Satreskrim Polrestabes Medan berdalih bahwa korban (Sri Wahyuni) telah mencabut perdamaiannya dan mengenai uang Rp 50 juta, pihak Satreskrim Polrestabes Medan, tidak mengakui adanya menerima uang itu.

Terpisah, Pengamat Hukum, Mahmud Irsyad Lubis, SH, saat di konfirmasi tim Pematik Polrestabes Medan, Selasa (3/8/2021) mengatakan, bawa Perdamaian itu sebuah perikatan antara satu pihak dengan pihak lain.

"Maka jika ada permasalahan dalam perikatan itu, bukan salah satu pihak itu mencabut atau membatalkan perdamaian itu, yang iya, salah satu itu harus melakukan gugatan ke Pengadilan, gugatan perdata kalo ada inkract dari permasalahan itu, bukan mencabut perdamaian dan menyatakan pembatalan, itu tidak sah, karena di dalam konteks keperdataan, setiap perjanjian, itu tidak bisa dilakukan sendiri, harus persetujuan kedua belah pihak," ungkapnya.

Mahmud Irsyad Lubis, SH yang juga Ketua Korps Advokat Alumni UMSU, kembali menuturkan bahwa keterangan Kasat Reskrim Polrestabes Medan yang menyatakan bahwa korban telah mencabut perdamaiannya dengan tersangka, itu secara hukum hal yang salah, karena membatalkan perdamaian itu harus ke Pengadilan dalam bentuk gugatan karena tidak adanya kesesuaian antara salah satu pihak.

"Jadi keterangan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, bahwa si korban mencabut perdamaian itu, tidak betul, tidak bisa, harus melakukan mekanisme hukum, tetapi kalo bahasanya si korban mencabut laporan  pengaduannya di Polrestabes Medan karena ada permasalahan, silahkan aja, tapi kalo membatalkan perdamaian itu tidak bisa,"pungkasnya.(RG)

Berdamai Dan Sudah Cabut Perkara, Joao Pedro Da Silva Bastos Dipanggil Lagi Oleh Sat Reskrim Polrestabes Medan

By On Agustus 01, 2021


Medan - Seorang Pria berwarganegaraan Portugal, Joao Pedro Da Silva Bastos (48) warga Jalan Amal Komplek Evergreen Blok H 18, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, merasa heran dan terkejut karena kembali mendapat panggilan sebagai tersangka yang tertuang di dalam  Surat Panggilan II No : S.Pgl/2121A/VII/Res.1.6/2021/Reskrim.


Menurut pengakuan Joao Pedro Da Silva Bastos kepada awak media melalui hp sellularnya, Minggu (01/08/2021) Siang yang kini sudah berwarganegara Indonesia dan sekarang berada di Negara Portugal, tempat tinggal ibunya mengatakan, bahwa dirinya yang sempat ditangkap pada 20 November 2020 oleh Satreskrim Polrestabes Medan atas dugaan KDRT terhadap istrinya Sri Wahyuni, berdasarkan LP/2515/X/2020/SPKT Restabes Medan, tanggal 9 Oktober 2020, Namun dirinya mengakui telah melakukan perdamaian dengan mantan istrinya, Sri Wahyuni, serta sang mantan istri juga telah mencabut perkaranya dihadapan penyidik PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Aiptu Siti Fauziah Nasution, sehari Joao Pedro Da Silva Bastos ditangkap dengan membayar biaya keseluruhan sebesar Rp 50 juta.


"Saat itu, Aipda Siti Fadillah Nasution meminta saya yang ingin bebas dari penjara dan masalah saya selesai, agar menyelesaikan persoalan saya dengan Sri Wahyuni. Awalnya minta 30 juta, tapi dengan alasan buat komandan, Siti Fauziah Nasution meminta tambahan lagi, makanya saya berikan 50 juta.saya suruh mantan istri saya itu, Sri Wahyuni ambil uang saya, karena saya tidak bisa keluar, dan setelah menyerahkan ke saya, maka saya langsung serahkan uang 50 juta dalam kantong plastik ke Siti Fauziah Nasution pada malam itu juga, serta disaksikan Sri Wahyuni," ungkap Joao Pedro dalam rekamannya.


Selanjutnya, Joao Pedro Da Silva Bastos kembali mengatakan bahwa uang 50 juta yang di serahkan pada malam itu (21/11/20) kepada Aipda Siti Fauziah Nasution, sempat dipertanyakan kembali Joao Pedro, tentang masalahnya telah selesai dan dirinya diperbolehkan pulang.


"Saat itu alasan Siti Fauziah Nasution, bahwa uang yang diterimanya akan diserahkan ke komandannya dan saya uda boleh pulang, serta tidak ada masalah lagi, saat itu saya juga istri saya mencabut perkaranya, serta saya menandatangani beberapa surat dan ada juga tanda terima 50 juta yang ditandatangani pengacara prodeo, ini kwitansinya masih saya pegang," tuturnya.


Terpisah, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting dan Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles, ketika dikonfirmasi melalui WA oleh awak media, Minggu (01/08/2021) Malam mengatakan, Perdamaian terjadi antara korban dan tersangka. Bukan dengan penyidik. Karena terjadi perdamaian antara suami dan istri, maka kasus nya tidak kami proses.


"Terakhir istrinya mencabut perdamaian tersebut, Jadinya kita cari lagi. Tidak ada uang cabut perkara. Kalo mau cabut perkara tinggal buat surat aja kok", jelasnya.(RG)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *