HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pabrik Peleburan Almunium Ilegal Di Soal, Kades : Jangan Buat Berita Sembarangan, Saya Juga Wartawan


Teks foto : Lokasi Pabrik dan surat keberatan warga

Percut - Terkait Pabrik Peleburan Aluminium di Dusun 15, Desa Percut, Kecamatan Percut Seituan, Warga sekitar yang merasakan tanaman sawit dan tambak ikannya rusak, tak hanya minta Pabrik yang telah 3 tahun berdiri ditutup, tapi pihak Pengusaha Pabrik Peleburan Aluminium, harus ganti rugi kerusakan sawit dan tambak ikan milik warga.

Menurut Ali, Pemilik beberapa  tanaman sawit yang saat ini mati dan tambak ikan yang tercemar dan berada di dekat Pabrik, bahwa saat ini dirinya merasa dirugikan, karena buah sawit yang biasanya bisa dipanennya dan untuk kehidupan sehari hari, tak lagi dapat dipanen, karena pohon sawitnya dalam keadaan mati.

"Belum lagi tambak ikan saya yang tercemar akibat limbah Pabrik peleburan aluminium dan hasilnya semakin berkurang,serta biaya operasional semakin besar, karena harus membuat benteng benteng di dipinggir tambak," kata Ali.

Terpisah, Kades Percut, Ashari ketika dikonfirmasi target24jam.com, Jumat (28/5/2021), berdalih dirinya tidak tahu keberadaan Pabrik peleburan aluminum yang ada di Desa Percut yang dipimpinya.

"Saya baru menjabat 15 Bulan,"ungkapnya.

Selanjutnya Ashari yang tak terima akan pemberitaan sebelumnya, Kades Percut itu seakan ingin menunjukan bahwa dirinya Wartawan Juga.

"Jangan buat berita sembarangan, tak ada konfirmasi ke Saya, Saya juga wartawan," terangnya.

Pemberitaan sebelumnya, Pabrik Peleburan Almunium yang diketahui milik "A" terletak di Dusun XV, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, membuat resah warga sekitar. Pasalnya, asap dan limbah pembuangan pabrik mencemarkan lingkungan dan mencemari perairan tambak ikan milik warga. 
Pantauan wartawan dilokasi, Kamis (27/05/2021) Siang, terlihat asap menggumpal mengeluarkan aroma yang tidak sedap seperti bau karbit dari pabrik peleburan almunium yang sudah beroperasi kurang lebih 3 Tahun. Tak sampai disitu saja, pembuangan sisa peleburan almunium nampak berwarna Abu- abu dibuang diperairan alur kecil, sehingga air tersebut menjadi beracun dan membuat resapan keperairan tambak ikan dan mematikan tanaman pohon sawit warga. 

"Saya minta pabrik tersebut tutup total, karena warga sekitar Dusun 15 sini sudah resah, dari asapnya tersebut, kami warga sini susah bernapas, sampai anak istri saya pun saya ungsikan, tanaman pohon sawit saya pun juga banyak yang mati, kami warga sini pun minta ganti rugi kepada pemilik usaha perihal kerugian kami, kami minta tutup segera pabrik tersebut yang sudah merugikan warga sekitar", harap Ali salah satu warga sekitar Dusun XV yang mewakili warga.

Ditambahkan Pandy salah satu warga sekitar menuturkan, keresahan warga tersebut sudah dilaporkan ke Pihak Desa. 

"Sudah kami laporkan bang ke Pihak Desa, Namun belum juga ditanggapin hingga saat ini", jelasnya. 

Sementara itu, Kades Desa Percut, Ashari saat dikonfirmasi awak media melalui pesan whatsapp menjelaskan, laporan warga sudah sampai ke Pihak Desa.

"Keberatan masyarakat sudah sampai kepada saya Pak. Dari pihak pelebur timah saya gak kenal dan belum pernah jumpa dan melapor, namun laporan masyarakat akan segera kami tindak lanjuti Pak", katanya. 

Kemudian, Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu. SH. MH saat dikirimkan bahan keterangan dan foto lokasi mengatakan akan membacanya dahulu. 

"Bentar ya lagi ada tamu, nanti saya baca dahulu", ungkapnya. (RG/tim)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *