HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Pabrik Peleburan Almunium Ilegal Di Soal, Kades : Jangan Buat Berita Sembarangan, Saya Juga Wartawan

By On Mei 28, 2021


Teks foto : Lokasi Pabrik dan surat keberatan warga

Percut - Terkait Pabrik Peleburan Aluminium di Dusun 15, Desa Percut, Kecamatan Percut Seituan, Warga sekitar yang merasakan tanaman sawit dan tambak ikannya rusak, tak hanya minta Pabrik yang telah 3 tahun berdiri ditutup, tapi pihak Pengusaha Pabrik Peleburan Aluminium, harus ganti rugi kerusakan sawit dan tambak ikan milik warga.

Menurut Ali, Pemilik beberapa  tanaman sawit yang saat ini mati dan tambak ikan yang tercemar dan berada di dekat Pabrik, bahwa saat ini dirinya merasa dirugikan, karena buah sawit yang biasanya bisa dipanennya dan untuk kehidupan sehari hari, tak lagi dapat dipanen, karena pohon sawitnya dalam keadaan mati.

"Belum lagi tambak ikan saya yang tercemar akibat limbah Pabrik peleburan aluminium dan hasilnya semakin berkurang,serta biaya operasional semakin besar, karena harus membuat benteng benteng di dipinggir tambak," kata Ali.

Terpisah, Kades Percut, Ashari ketika dikonfirmasi target24jam.com, Jumat (28/5/2021), berdalih dirinya tidak tahu keberadaan Pabrik peleburan aluminum yang ada di Desa Percut yang dipimpinya.

"Saya baru menjabat 15 Bulan,"ungkapnya.

Selanjutnya Ashari yang tak terima akan pemberitaan sebelumnya, Kades Percut itu seakan ingin menunjukan bahwa dirinya Wartawan Juga.

"Jangan buat berita sembarangan, tak ada konfirmasi ke Saya, Saya juga wartawan," terangnya.

Pemberitaan sebelumnya, Pabrik Peleburan Almunium yang diketahui milik "A" terletak di Dusun XV, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, membuat resah warga sekitar. Pasalnya, asap dan limbah pembuangan pabrik mencemarkan lingkungan dan mencemari perairan tambak ikan milik warga. 
Pantauan wartawan dilokasi, Kamis (27/05/2021) Siang, terlihat asap menggumpal mengeluarkan aroma yang tidak sedap seperti bau karbit dari pabrik peleburan almunium yang sudah beroperasi kurang lebih 3 Tahun. Tak sampai disitu saja, pembuangan sisa peleburan almunium nampak berwarna Abu- abu dibuang diperairan alur kecil, sehingga air tersebut menjadi beracun dan membuat resapan keperairan tambak ikan dan mematikan tanaman pohon sawit warga. 

"Saya minta pabrik tersebut tutup total, karena warga sekitar Dusun 15 sini sudah resah, dari asapnya tersebut, kami warga sini susah bernapas, sampai anak istri saya pun saya ungsikan, tanaman pohon sawit saya pun juga banyak yang mati, kami warga sini pun minta ganti rugi kepada pemilik usaha perihal kerugian kami, kami minta tutup segera pabrik tersebut yang sudah merugikan warga sekitar", harap Ali salah satu warga sekitar Dusun XV yang mewakili warga.

Ditambahkan Pandy salah satu warga sekitar menuturkan, keresahan warga tersebut sudah dilaporkan ke Pihak Desa. 

"Sudah kami laporkan bang ke Pihak Desa, Namun belum juga ditanggapin hingga saat ini", jelasnya. 

Sementara itu, Kades Desa Percut, Ashari saat dikonfirmasi awak media melalui pesan whatsapp menjelaskan, laporan warga sudah sampai ke Pihak Desa.

"Keberatan masyarakat sudah sampai kepada saya Pak. Dari pihak pelebur timah saya gak kenal dan belum pernah jumpa dan melapor, namun laporan masyarakat akan segera kami tindak lanjuti Pak", katanya. 

Kemudian, Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu. SH. MH saat dikirimkan bahan keterangan dan foto lokasi mengatakan akan membacanya dahulu. 

"Bentar ya lagi ada tamu, nanti saya baca dahulu", ungkapnya. (RG/tim)

Erwin Ramlan Lubis minta batalkan Penangguhan Penahanan Terdakwa H. Heri Utomo CS

By On Mei 25, 2021


Medan - Erwin Ramlan Lubis meminta kepada Hakim dan Jaksa agar menolak permohonan penangguhan penahanan atas tiga terdakwa

yakni Dewi Agusmini, Zulian Efendi dan Ir Heri Utomo. 

Surat Pernyataan Pembatalan Perdamaian Erwin Ramlan Lubis di serahkan langsung kepada JPU dan Hakim di ruang persidangan PN Medan, Selasa (25/5/2021)

Sebelumnya, Mengutip dakwaan JPU bahwa berawal pada tahun 2020 terdakwa menemui saksi Zulian Effendi dan mengatakan meminta kerja sama diproyek tersebut. 

"Bang ini ada proyek PSDA tahun 2020 kalau abang kerjakan ini kita bisa kerja sama”, lalu terdakwa menunjukkan data Proyek PSDA tahun 2020 yang ada di Tapanuli Bagian Selatan tersebut kepada terdakwa. Kemudian terdakwa menawarkan untuk bekerja sama dengan Zulian untuk mendapatkan proyek PSDA tahun 2020 tersebut dengan cara terdakwa melobi pihak  PSDA.

mengatakan, maka saksi korban Erwin Ramlan Lubis dan saksi korban Darman Muda Tua Hasibuan harus mengikuti aturan main dipotong 17 persen dari pagu dengan catatan diduga mengamankan LSM dan wartawan, dimana dana yang 17 % (tujuh belas) persen tersebut harus didahulukan 6 persen. Oleh karena saksi korban Erwin dan Darman yakin dan percaya dengan perkataan Heri Utomo dan Julian, maka saksi korban Erwin dan Darman menyerahkan uang kepada Ir Heri Utomo dan Julian secara bertahap dengan cara tunai dan transfer.

Bahwa ternyata, uang sebesar Rp 620 juta yang telah diserahkan oleh Julian kepada terdakwa untuk meloby proyek  PSDA tahun 2020 tersebut, tidak digunakan terdakwa untuk meloby proyek PSDA tahun 2020, melainkan digunakan untuk keperluan pribadi terdakwa sendiri.
Bahwa terdakwa dan Julian tidak memiliki perusahaan dan tidak memiliki wewenang atas proyek PSDA tersebut dan sehingga  proyek PSDA tersebut tidak pernah diberikan kepada saksi korban Erwin, Darman, Syaiful Ansor Siregar dan saksi korban H. Ismail Siregar.

Dan proyek tersebut sudah diambil orang lain, sedangkan uang milik Erwin, Darman, Syaiful dan H Ismail juga tidak dikembalikan oleh terdakwa dan Julian hingga saat ini. Sehingga akibat perbuatan terdakwa bersama dengan Julian tersebut, para korban merasa dirugikan dan mengalami kerugian sebesar Rp. 1 Milyar 13 juta.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (R/tim) 

Diduga Bangunan Cafe Di Lahan Jalan Mahoni Tanpa Ijin Pemiliknya, Camat Medan Timur Akan Panggil Pihak Pemilik Cafe Mahoni

By On Mei 18, 2021


Teks Foto : Foto Bangunan Cafe Di Jalan Mahoni

Medan - Bangunan Cafe "Mahoni", jalan Mahoni, Simpang Jalan Sutomo, Kecamatan Medan Timur, kini memasuki babak baru, Pemilik Cafe "Mahoni" akan dipanggil pihak Kecamatan Medan Timur, terkait dugaan tidak memiliki  ijin bangunan.

Menurut Camat Medan Timur, Ody Batubara kepada tim awak media, Selasa (18/5/2021), mengatakan bahwa dirinya yang baru mengetahui adanya bangunan baru yang dijadikan Cafe "Mahoni" itu dan diduga tak memiliki ijin bangunan, hari ini (18/5/2021), akan menyurati untuk memanggil pemilik Cafe tersebut.

"Hari ini kita akan layangkan surat ke Pemilik Cafe untuk datang ke Kecamatan Medan Timur, terkait dugaan  bangunan Cafe yang tak memiliki ijin itu, dan kita selama ini tahu bahwa tanah tersebut masih dalam masalah, namun pihaknya heran mengenai berdirinya bangunan baru yang dijadikan Cafe dan kita baru tahu hal itu", terang Ody.

Terpisah, Kasih Trantib Kecamatan Medan Timur, Gunung, ketika dikonfirmasi tim awak media di ruangannya, Selasa (18/5/2021), mengatakan bahwa dirinya telah membuat surat undangan kepada Pemilik Cafe "Mahoni", terkait bangunan yang didirikannya.

"Kita sudah koordinasi dengan Lurah dan Kepling setempat dan dugaan bahwa bangunan tersebut tak miliki Surat Ijin Mendirikan Bangunan (SIMB), hari ini kita layangkan suratnya dan di dalam suratnya,Kamis besok (20/5/2021), Pemilik Cafe agar diminta hadir ke Kantor Kecamatan Medan Timur," katanya.

Ditambah Gunung Mengakhiri, Gunung kembali menuturkan bahwa pihaknya hanya sebatas menyurati dan mengundang pihak Pemilik Cafe, terkait SIMB dan hasilnya akan kita beritahukan ke atasan yang berkompeten mengenai bangunan yang diduga tanpa memiliki ijin itu, agar pihak yang berkompeten dapat melakukan tindakkan tegas terhadap Pemilik Cafe Mahoni, mengenai bangunannya," tutur Gunung.

Sebelumnya, Masdani MS (61), warga Jalan Baru Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota yang merasa dizholimi karena tanahnya yang berada di Jalan Mahoni, tempat berdirinya Cafe Mahoni, diserobot Jamaluddin Lubis, sehingga korban melaporkan perbuatan Jamaluddin Lubis ke Poldasu berdasarkan LP/B/850/V/2021/SPKT/Polda Sumut, tanggal 17 Mei 2021.

Hal itu terkait tindak Pidana Perpu Nomor 51 Tahun 1960 Tentang Larangan pemakaian tanah tanpa ijin yang berhak atau kuasanya Pasal 2 JO 486 KUHP, yang berada di Jalan Mahoni No 20, Gaharu , Kecamatan Medan Timur, tempat berdirinya Cafe "Mahoni" itu.

"Lahan saya sudah diserobotnya, eh malah kini ditanah milik saya telah berdiri bangunan Cafe dengan rusak tembok yang selama ini berdiri di tanah miliknya, dan dugaan bangunan Cafe itu bisa berdiri dan milik seseorang bernama Ali, karena Jamaluddin menyewakannya di tanah milik saya tanpa sepengetahuan saya,"terang Masdani kepada tim awak media.

Menurut Masdani bahwa tak hanya pemakaian tanah miliknya tanpa ijin yang dilakukan Jamaluddin Lubis, dirinya juga akan melaporkan hal bangunan Cafe yang baru saja berdiri di tanah miliknya.

ke Camat Medan Timur dan pihak Lurah, terkait ijin bangunan Cafe yang berada di tanah miliknya dan selama ini diserobot Jamaluddin Lubis.

"itu tanah saya dan telah saya laporkan hal itu ke Poldasu, kok sekarang enak aja ada bangunan Cafe di tanah milik saya," pungkas Masdani. (RG) 

Diduga Bagi Daging Busuk Ke Warga Miskin, P3KI Sumut : Copot Kadis Sosial Batu Bara

By On Mei 11, 2021



Teks Foto : Rahmadsyah, Sekretaris P3KI

Batu Bara - Lebih kurang 1600 paket bantuan daging sapi yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Batubara sudah tidak layak konsumsi. Daging yang telah dipaket kedalam pelastik seberat 1 kg per paket itu sudah mulai membusuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap, Rabu (12/5/2021).

Daging pemberian dari Pemerintahan Kabupaten Batubara melalui Dinas Sosial Kabupaten Batubara sudah mulai membusuk dan dikeluhkan oleh warga yang menerima, salah satunya warga Desa Titi Merah Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batubara.

Rahmadsyah Sekretaris DPD Perkumpulan Pemerhati dan Pengawas Korupsi (P3KI) angkat bicara terkait adanya daging yang mau membusuk tersebut.

Rahmadsyah mengatakan bahwa harus ada yang bertanggung jawab terhadap daging yang mau membusuk tersebut, dia menyarankan agar Bupati Batu Bara minta maaf dan mundur dari jabatannya dan Kadis Sosial Batu Bara juga mundur.(Rabu, 13/5/2021)

"Di saat jelang lebaran rakyat sekarat di tengah pandemi, kok bisa daging busuk lolos dari pengawasan Bupati dan Kadis Sosial kemudian di terima warga, Ada apa?, kita minta Kadis Sosial Mundur, jika perlu Bupatinya juga mundur dan minta maaf sebagai bentuk pertanggung jawaban" Ungkapnya

Rahmadsyah meminta Wakil Rakyat dan Kepolisian jangan tutup mata dengan daging busuk yang di terima warga miskin di saat lebaran apalagi di tengah pandemi seperti ini.

"Kalau perlu DPRD Batu Bara harus menggelar Rapat Dengar Pendapat dan menggunakan hak bertanya (Interpelasi) untuk mengungkap dan merekomendasikan siapa yang bertanggungjawab terhadap daging busuk ini' unkapnya

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batubara Isak Liza saat dikonfirmasi oleh Tim awak media online mengaku, lebih kurang 1600 paket daging yang dibagikan kepada masyarakat itu berasal dari rumah potong hewan Indra Pura Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara. 

Selain itu Isak juga membenarkan daging yang dibagikan telah mengalami penurunan kualitas dan bau busuk.

"Menurut Isak, daging yang dibagikan kepada masyarakat itu salah pada saat pengemasan. Daging daging tersebut setelah dipotong dikemas kedalam pelastik, lalu dimasukkan kedalam karung, dan terlambat dalam pendistribusiannya, ya masak la", ungkapnya.  

"Kita juga sudah menghimbau kepada warga yang menerima daging dalam keadaan bau busuk atau tidak layak konsumsi agar melaporkan dan mengembalikan kepada Dinas Sosial untuk diganti dengan daging baru yang layak konsumsi, himbau Isak.

Daging tersebut benar bantuan dari Pemerintah Kabupaten Batubara, dalam hal ini Dinas Sosial, sampai hari ini sudah ada hampir 300 paket daging yang dikembalikan ke Dinas Sosial. Dan kita dapati daging tersebut mengalami penurunan kualitas dan berbau. 

Adapun pengembalian daging yang sudah kami terima dari  SDM Pemdamping PKH, dari 71 penerima, 40 diantaranya telah mengembalikan dengan alasan yang sama, dan semua akan segera kita diganti dengan daging yang berkualitas dan lanyak untuk dikonsumsi, pungkasnya lagi.(DG) 

Rasa Terima Kasih Kepada Kapolres Batuabara, Tokoh Ulama Dan Masyarakat Naikkan Spanduk

By On Mei 09, 2021


Batu bara - Langkah-langkah humanis Kapolres Batu bara dalam melakukan pengamanan kamtibmas di kota Tanjung Tiram mendapat Respon Positif seluruh warga dan para Tokoh Ulama di seluruh Kota Tanjung Tiram, Kabupaten Batu bara. 


Pantauan awak media, Minggu (09/04/2021) di lokasi menyebutkan, Ada beberapa spanduk ucapan Trima kasih kepada Kapolres Batu bara yang langsung di naikan di setiap persimpangan kota oleh para pemuda dan orang tua juga tokoh ulama di kota tersebut.terkait kerja baik Kapolres Batu bara dalam pengamanan satu bulan penuh untuk menjamin tidak ada lagi kenakalan Remaja dan Balap liar serta Tawuran. 

Dijelaskan salahsatu para masyarakat di kota tersebut dan di wakili H.mansyur (60) warga dan sekaligus Tokoh Ulama bahwa mereka menaikan spanduk ucapan terima kasih ini atas kesepakatan masyarakat karena Kapolres telah berhasil melakukan yang paling terbaik untuk seluruh masyarakat, Khususnya Tanjung Tiram. 

"Saya H.Mansur Pribadi sangat kagum dengan sosok Kapolres yang di kenal sebagai Sang pejuang Dhuafa, Kami semua menyaksikan setiap hari Kapolres ini datang bersama para Kepolisian Resort Batu bara untuk melakukan pengaman pada kota kami ini, dan terbukti yang dahulu kota ini setiap Bulan Puasa selalu saja ada Tawuran dan suara berisik dari balapan sampai suara petasan ini sangat mengganggu kami. Banyak juga yang menjadi korban rumah rusak karna lemparan batu", tuturnya. 

Ditambahkan H.Mansur menjelaskan, Tahun ini kami menyaksikan sendiri, Kota ini menjadi berubah total dimana masyarakatnya menjadi ramah tamah dan sama sekali tak ada lagi kericuhan seperti balap liar dan orang tawuran. 

"Kami seluruh masyarakat Tanjung tiram mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dan rasa terima kasih ini kami dukung dengan menaikan beberapa spanduk ucapan Trima kasih kepada Kapolres", ungkap H. Mansur.

Tak sampai disitu saja, Kapolres yang mengetahui Hal ini mengatakan, Bukan saja di kota Tanjung Tiram, Namun di seluruh kota yang ada di wilayah hukum Polres Batu bara, kami akan siap memberikan pelayanan yang terbaik, kami berkomitmen akan menghapus Tradisi buruk masyarakat Kota Tanjung Tiram yang mengatakan kalau Tawuran sudah menjadi kegiatan disetiap bulan Ramadhan.ini tradisi yang tidak baik. 
  
"Saya dan seluruh pejabat utama akan menjadikan kota ini menjadi kota yang paling baik, Sesuai dengan karakter warganya yang dikenal kota Kori'ah seperti dahulu di kota ini lah banyak lahir para Kori'ah dan Ustadz penceramah.  Saya berharap kota terkenal ini akan selalu menjalankan adat leluhurnya dengan baik", tandas Kapolres Batu bara, AKBP Ikhwan SH.MH.

Dengan dinyatakan para masyarakat dan tokoh ulama terkait terima kasih yang sengaja menaikan sepanduk media mengabarkan Kalau Kapolres Batu bara, AKBP Ikhwan Lubis SH.MH, telah berhasil melakukan tugas-tugasnya dalam Kamtibmas di kota Kori'ah ini.(RG). 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *