HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Polrestabes Medan Sita 23 Kg Sabu dan 1 Senpi, 8 Pelaku Berhasil Ditangkap, Salah Satunya Perempuan

By On Oktober 20, 2021


Medan – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, S.H., S.I.K., M.SI memimpin Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Narkotika Di Polrestabes Medan. Rabu (20/10/2021)

Kapolrestabes Medan menyampaikan pada awalnya Personel Sat Narkoba menangkap seorang pria berinisial SK (22) di Jalan Sidomulyo, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Kamis (16/9/2021).

Barang bukti yang diamankan sebanyak 0,13 gram. Setelah dilakukan pengembangan, polisi kembali menangkap seorang pria berinisial GS (43) di Sunggal.

Dalam penangkapan tersebut, satu rekannya GS berinisial MJ (26) melarikan diri. Dari tangan GS, polisi menyita 1 kg sabu, uang tunai Rp 100.000, dan sepeda motornya. Sementara itu, rekannya, MJ, ditangkap pada 30 September 2021.

Riko menuturkan, pada tanggal 30 September, ada tiga orang lainnya yang dibekuk di lokasi berbeda. Salah satunya seorang perempuan berinisial SNU (30), ditangkap di Jalan HM Said, Kecamatan Medan Timur dengan barang bukti 3,91 gram sabu.

Kemudian, HS (26) diamankan di Jalan Sei Mencirim dengan barang bukti 2,02 gram dan IS (47), diamankan di Jalan Kompos, Kecamatan Medan Sunggal, dengan barang bukti sabu seberat 9,12 gram

“Dari tersangka IS, juga diamankan satu pucuk senjata api jenis revolver, 17 butir amunisi dan uang tunai Rp 41,9 juta,” katanya.

Selanjutnya pada 11 Oktober 2021 dini hari, tepatnya pukul 02.00 WIB Jalan Perkebunan, Kelurahan Sei Bulai, Kabupaten Batubara, polisi berhasil menangkap dua tersangka berinisial FS (42) dan EA (38).

“Didapatkan barang bukti ada 1 karung goni berisi 22 bungkus kemasan teh China berisi narkoba jenis sabu seberat 22 kg di dalam 1 unit mobil Toyota Avanza,” katanya.
Pelaku FS mengaku baru satu kali menjadi kurir. Dia diberi upah Rp 5 juta per kg. “Jadi kalau 22 kg, sekitar Rp 110 juta honor FS. Dari pemeriksaan, sabu ini akan diperjualbelikan di Kota Medan,” katanya.

Dalam kasus ini, delapan tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 1 dan 2 subs 112 ayat 1 jo Pasal 132 UU RI No 35/2009 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup atau hukuman mati.

(E79)

Satresnarkoba Polres Simalungun Tangkap Bandar Shabu Di Batu VII

By On Oktober 20, 2021

Simalungun - Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun  kembali mengungkap jaringan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Simalungun dan menangkap AS alias Dika (30) terduga pelaku seorang bandar / pengedar narkotika jenis shabu di Simpang Mayat, Nagori Timuran, Kecamatan Dolok Hataran, Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, Selasa (19/10/2021) sekira pukul 14.00 Wib

AS alias Dika merupakan warga Jalan Asahan, Depan Lapas Batu VII, Nagori Sitalasari, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Dari tangan pelaku, petugas Sat Narkoba Polres Simalungun berhasil mengamankan sedikitnya 1,34 gram narkotika jenis shabu.

Kapolres Simalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto S.ik, SH, MH melalui Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Adi Haryono S.H membenarkan atas penagkapan tersangka pengguna Narkotika Jenis Sabu. Pelaku berhasil diamankan AR alias Dika (30)

Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Adi Haryono S.H menjelaskan kronologis penangkapannya

Pada sekitar bulan Oktober 2021, diterima laporan / informasi dari warga masyarakat yg menginformasikan dugaan ada seorang laki2 sebagai pengedar / bandar narkoba yg bernama panggilan Dika di daerah Jalan Asahan, tepatnya di sekitar depan Lapas Batu VII.

Menindaklanjuti laporan / informasi tersebut, Team Opsnal Sat Res Narkoba Polres Simalungun yang dipimpin oleh Kanit II Ipda Rudi Hartono melakukan penyelidikan, kata AKP Adi Haryono S.H

Setelah beberapa hari dilakukan penyelidikan, pada hari Selasa, tanggal 19 Oktober 2021, sekitar pukul 14.00 WIB, tepatnya di Simpang Mayat, Nagori Timuran, Kecamatan Dolok Hataran, Kabupaten Simalungun, Team melihat seorang laki - laki yang dicurigai sesuai informasi yang diterima. 

Selanjutnya Team langsung mengamankan laki - laki tersebut yang mengaku bernama Dika. Lalu Team melakukan penggeledahan badan dan pakaian Dika dan ditemukan di kantong celananya berupa 1 (satu) bungkus kotak rokok merk Sampoerna yang berisi 8 (delapan) bungkus plastik klip transparan yang berisi diduga narkotika jenis shabu dan BB lainnya (sesuai dalam daftar BB), ungkapnya

Selanjutnya Team melakukan interogasi terhadap Dika. Pelaku menerangkan bahwasanya diduga narkotika jenis shabu tersebut adalah miliknya untuk dijualnya kembali dan barang haram tersebut diperoleh dari seorang laki - laki yang bertemu di daerah simpang Gambus, Kabupaten Batu Bara. Dika juga menerangkan sudah sekitar 2 bulan mengedarkan shabu.

Barang Bukti yang diamankan 8 (delapan) bungkus plastik klip transparan yang berisi diduga narkotika jenis shabu2 dgn berat brutto 1,34 gram, 1 (satu) bungkus kotak rokok merk Sampoerna, 1 (satu) unit HP android warna hitam merk Vivo dan Uang hasil penjualan sejumlah Rp. 300.000.

Kemudian Team Opsnal Sat Res Narkoba mengamankan Tersangka dan BB untuk dilakukan pengembangan dan proses sidik selanjutnya.

(E79)

Kapolri Tegaskan Soliditas dan Sinergitas TNI-Polri akan Wujudkan Kekebalan Komunal

By On Oktober 20, 2021


JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau secara langsung kegiatan vaksinasi, bakti sosial, dan Launching desa 100 persen kekebalan komunal yang diselenggarakan oleh Akabri 1999 Peduli di Gedung Satya Haprabu Korps Brimob Polri, Depok, Rabu (20/10/2021).

Sigit menyampaikan apresiasi kepada alumni Akabri 1999 yang menggelar akselerasi vaksinasi guna mewujudkan kekebalan komunal terhadap Covid-19. Menurut Sigit, sinergitas dan soliditas TNI-Polri adalah kunci untuk mewujudkan hal tersebut. 

"Semua bisa berjalan apabila soliditas dan sinergitas bisa kita bangun dan pertahankan. Saya sampaikan terima kasih Akabri 99 yang telah menunjukan kekompakkannya untuk bekrontribusi. Ini tradisi baik yang harus dilanjutkan," kata Sigit dalam tinjauannya. 
 
Mantan Kapolda Banten ini memaparkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan kepada jajaran TNI-Polri dan lapisan masyarakat lainnya untuk terus membantu Pemerintah dalam urusan vaksinasi. Kerja keras dengan saling bergandengan tangan itu, kata Sigit, untuk mewujudkan target vaksinasi sebesar 70 persen, dengan target harian dua juta dosis per hari. 

"Sebagaimana kita ketahui bahwa Pemerintah dalam hal ini Pak Presiden terus mendorong, untuk kita semua khususnya TNI-Polri untuk bisa bantu kerjasama dengan seluruh stakeholder wujudkan vaksinasi, dengan target dua juta dalam waktu satu hari," ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Sigit pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI, Polri, relawan, Pemda, tenaga kesehatan dan unsur masyarakat lainnya, lantaran target vaksin dua juta per hari telah terwujud. Meski begitu, Ia meminta agar terus berusaha maksimal dalam melakukan akselerasi vaksinasi.

"Tentunya pencapaian 2 juta satu hari dalam kurun waktu itu kurang lebih satu bulan ini ada 4 kali. Tanggal 14 kemarin kita sudah masuk di angka 2.250.000. Jadi ini adalah keberhasilan kita semua. Ini tentunya harus kita lanjutkan target pencapaian karena memang harapan Pak Presiden, bagaimana kita mewujudkan vaksinasi 70 persen masyarakat," Ucap Sigit.

Sigit menyatakan, dengan adanya progres tersebut, saat ini Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara dalam hal pencapaian pengendalian laju pertumbuhan virus corona. 

Lebih dalam, Sigit menyatakan, dengan adanya pengendalian Covid-19 tersebut, Indonesia telah mampu menyelenggarakan event nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua beberapa waktu lalu. Sehingga, Sigit menyakini bahwa, Indonesia juga akan siap menghadapi agenda internasional yang akan berlangsung di negeri ini. 

"Saat ini kita sudah mulai laksanakan kegiatan bersifat nasional. Beberapa waktu lalu di Papua, bulan November akan ada kegiatan internasional yaitu Superbike. Setelah itu ada kegiatan lain yang bersifat internasional di Bali dan juga kegiatan G-20. Ini semua bisa terlaksana apabila laju pertumbuhan Covid-19, bisa kita tanggulangi kendalikan dengan baik," papar Sigit.

Sebab itu, Sigit berharap, percepatan vaksinasi akan terus dilakukan secara maksimal kedepannya. Pasalnya, vaksinasi menjadi salah satu kunci untuk mendukung segala kegiatan yang diselenggarakan di Indonesia. 

Selain vaksinasi, menurut Sigit, laju pertumbuhan virus corona dapat dicegah melalui dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara kuat. Apalagi, saat ini Pemerintah telah menurunkan level asesmen di beberapa wilayah Indonesia.

Dengan menurunkan level itu, Sigit menjelaskan, tentunya akan diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat di sentra ekonomi hingga diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Jika hal itu tak diiringi dengan prokes yang kuat, maka potensi laju pertumbuhan Covid-19 bisa kembali mengalami peningkatan. 

"Kuncinya adalah bagaimana akselerasi vaksinasi bisa kita laksanakan di akhir tahun untuk pencapaian target yang ada. Dan tentunya bagaimana menjaga masyarakat agar tetap laksanakan prokes. Sehingga para saat mulai dikendorkan dengan beberapa asesmen level yang diturunkan dimana kemudian terjadi peningkatan aktivitas masyarakat, maka laju pertumbuhan penularan bisa dikendalikan. Dengan laksanakan prokes secara kuat, itu kita pertahankan," tutur Sigit.

Untuk diketahui, kegiatan Akabri 1999 Peduli ini diselenggarakan secara serentak di 34 Provinsi di seluruh Indonesia mulai tanggal 6 sampai dengan 20 Oktober 2021 dengan beberapa agenda kegiatan yaitu vaksinasi, bakti dosial dan launching desa 100 persen kekebalan komunal.

Acara ini juga sekaligus melaunching program Desa 100 persen kekebalan komunal dan Madrasah Presisi Raudatussibiyan. Serta penyerahan bantuan dua unit mobil kepada Guru Madrasah Presisi Raudatussibiyan.

(E79)

Komnas HAM Apresiasi Keterbukaan Polri Tangani Kasus di Tanah Air

By On Oktober 19, 2021

 JAKARTA- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengapresiasi keterbukaan yang dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menangani sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik di Tanah Air. Bahkan, penindakan yang dilakukan Polri tidak hanya sebatas sidang etik terhadap anggota yang melanggar tapi juga sudah sampai pada penindakan hukum.
 
“Secara umum saya melihat tingkat kepercayaan publik terhadap pengawasan internal kepolisian sudah semakin bagus dan membaik,” kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam diacara penguatan pengawasan HAM di Tanah Air antara Polri dan Komnas HAM di Jakarta, Selasa (19/10/2021).
 
Pihak Mabes Polri diwakili oleh Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.  Kedatangan Ferdy Sambo sekaligus untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja di institusi Bhayangkara, termasuk memperbaiki sejumlah kekeliruan yang mungkin saja dilakukan aparat kepolisian kepada masyarakat saat bertugas di lapangan.
 
Menurut Anam, Polri melalui Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo tidak hanya menyampaikan perkembangan terbaru berbagai kasus yang sedang ditangani, termasuk pula fakta dan langkah penanganan selanjutnya. Dikatakannya, keterbukaan yang dilakukan Polri penting untuk saling membangun akuntabilitas kedua institusi (Polri dan Komnas HAM) dalam mengawasi jalannya penegakan hak asasi manusia di Tanah Air. "Ini merupakan suatu semangat yang bagus dan kami apresiasi serta menghormatinya," ujar Anam.
 
Dia mengatakan Komnas HAM menyambut baik keterbukaan yang dilakukan oleh Polri. Sebab, hal itu menjadi salah satu kunci untuk memastikan pelayanan oleh negara semakin bagus. “Dalam konteks Komnas HAM, ini bagian dari akuntabilitas dan bagi kepolisian ini adalah program presisi," tandasnya.
 
Pada pertemuan tersebut, Anam juga menyampaikan bahwa Polri menerangkan perkembangan terbaru berbagai kasus yang sempat viral di Indonesia. "Kami diberi update kasus Tangerang, kasus di Luwu dan sebagainya," tutupnya.
 
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menegaskan bahwa komitmen Polri untuk tetap menjaga penegakan HAM dalam pelaksanaan tugas serta wewenang yang dilakukan setiap anggota di lapangan. Hal itu sejalan dengan gagasan yang diusung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (presisi).
 
Di samping itu, reformasi di tubuh Bhayangkara juga masih terus berjalan. Hal itu terutama dilakukan di internal Polri. Untuk mencapai reformasi yang didambakan, Polri terbuka dan menerima setiap masukan dari semua pihak guna memperbaiki internal kepolisian. "Dengan demikian diharapkan polisi semakin transparan, akuntabilitas dan profesional dalam melaksanakan tugas kepada masyarakat," ujarnya.

(E79)

Kapolri: Jangan Ragu Pecat dan Pidanakan Anggota Yang Melanggar !

By On Oktober 19, 2021


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya. 

Sigit menekankan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan. 

"Perlu tindakan tegas jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada Kasatwil yang ragu, bila ragu, saya ambil alih," kata Sigit dalam arahannya kepada jajaran melalui Vicon di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Menurut mantan Kapolda Banten ini, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. Hal itu juga telah menciderai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja secara maksimal untuk masyarakat. 

Sigit mencontohkan kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah dengan berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19. Diantaranya, memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, melakukan akselerasi vaksinasi dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik. 

Oleh karena itu, Sigit berharap dengan adanya tindakan tegas kepada oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Mengingat, kelakuan dari oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini telah mendapatkan tren positif.

"Saya tidak mau kedepan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang cape yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Disisi lain, Sigit memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras yang menjaga nama baik institusi, serta bekerja untuk kepentingan Bangsa Indonesia. Ia berharap, perilaku oknum tersebut tak mengendorkan semangat personel yang telah bekerja baik selama ini. 

"Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat dan yakini apa yang dilakukan dilapangan benar sesuai SOP. Namun bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, maka saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas," ucap Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan, kedepannya seluruh jajaran Polri harus mampu membaca situasi kapan harus mengedepankan pendekatan humanis, dan kapan harus melakukan tindakan tegas. 

"Jadi lakukan langkah-langkah kapan rekan-rekan harus humanis, kapan rekan-rekan laksanakan langkah-langkah tegas dilapangan sebagaimana SOP yang berlaku. Itu semua ada ukuran," tutur Sigit.

Sementara itu, Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan masukan dan kritiknya. Menurutnya, semua aspirasi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi demi kebaikan dan kemajuan Polri. 

Sigit memastikan, Polri lembaga yang terbuka, sehingga tidak anti-kritik, apalagi masukan yang sifatnya membangun untuk menjadikan lebih baik lagi kedepannya. 

"Jangan anti-kritik, apabila ada kritik dari masyarakat lakukan introspeksi untuk menjadi lebih baik," tutup Sigit.

(E79)

Pelaksana Tugas Camat Medan Selayang Arogansi, Dan Melebihi Kewenangan Walikota Medan.

By On Oktober 19, 2021

Medan — Kebijakan sepihak datang dari Sekcam selaku Plt. Camat Medan Selayang telah merisaukan masyarakat yang berdomisili dan membutuhkan akses Jalan Setia Budi Medan.  Bahkan, susah melampaui kewenangannya, yang seyogyanya menjadi kewenangan Dishub Kota Medan dan Polantas yang harus didasari pertimbangan serta alasan hukum yang kuat.
Medan, Selasa (19/10/2021).

    Setelah itu, ingat Jalan Setia Budi termasuk jalan primer yang bisa menghubungkan ke jalan-jalan sekunder, dan akses warga yang berdomisili disekitarnya.

    Dampak dari tindakan sepihak Plt Camat Medan Selayang yang tanpa sosialisasi ke warga dan ternyata belum mendapat persetujuan dari atasannya ini, telah menimbulkan kemacetan dan terjadinya beberapa laka lantas. Disamping protes warga yang merasa dirugikan atas kebijakan otoriter Plt.  Camat Medan Selayang sepihak ini. Protes ini diungkapkan warga, namun tidak digubris petugas yang tidak mau disebukan namanya dengan dalih kami cuma diperintah Plt. Camat dan Manik Kasi Trantib Kecamatan. 

   Riono dan Enceng, warga dan pedagang disekitar kawasan tersebut yang di wawancarain awak media mengungkapkan, masyarakat ini udah susah, jangan lagi disusahin dengan jalan-jalan ditutup, memutar cukup jauh.  Kenapa daerah putaran pulau jalan saja yang ditutup. Kenapa harus persimpangan, Camat ini sudah terlalu arogan. Sudah tak ada membantu rakyat di pandemi ini, malah nyusahin rakyat, pungkas Triono dan Enceng, warga sekitar jalan yang ditutup. 

     Kekesalan hal senada juga diungkapkan Ginting, warga jalan Setia Budi Pasar 1, yang protes akan tindakan tersebut. Ginting Mengungkapkan, apalagi penutupan ini tidak ada pemberitahuan dan batas waktu,  diperparah pembatas / roadbarrier buatan dari tong dan bambu yang bisa membahayakan pengendara, apa mereka mau tanggung jawab, ujarnya ke awak media. 

    Kebijakan tersebut sangat bertolak belakang dengan rencana kebijakan Walikota Medan Bobby Nasution atas keberhasilan Medan mecapai keberhasilan PPKM Level 2 yang memulai kembali segala aktivitas warga secara prokes. Karena memperhatikan surat Plt  Camat Medan Selayang tanggal 16 oktober 2021 ternyata masih sebatas usulan yang belum mendapat petunjuk tertulis lebih lanjut atas usulan tersebut baik dalam surat keputusan atau kebijakan resmi. Hal ini juga dipertanyakan warga kepada petugas, Sinaga mempertanyakan apa dasar dan mekanisme waktu penutupan jalan tersebut,  hingga jalur lurus juga sempat ditutup, apa gak kasihan sama mereka yang mau kembali ke kediamannya. Kenapa kawasan akses ke setia budi indah tidak ditutup juga, jangan diskriminasi lah, pungkasnya, kepada petugas dan awak media.

    Ironisnya lagi, penutupan jalan tersebut telah menimbulkan keputusan diskriminasi menurut warga. Karena hanya menutup Persimpangan Pasar 6, Pasar 1, Pasar 2, Pasar 3 Jl. Setia Budi.  Sementara itu, Persimpangan jalan menuju Perumahan Setia Budi Indah dibiarkan terbuka. Sikap kebijakan diskriminasi ini sangat melukai hati warga yang merasa dibedakan bagaikan warga medan kelas lebih rendah dari warga perumahan setia budi indah, ucap warga setempat.”

   Sementara itu, Tindakan dan kebijakan Plt Camat medan selayang ini menuai kontroversi warga sekitar, sangat disayangkan datang dari tokoh pemuda setempat,  Ucam dan Retno menyatakan ke awak media, seharusnya Plt Camat Medan Selayang dan Pemko Medan seyogyanya peka dengan situasi ini, bukan malah sesuka hati menutup jalan dengan alasan Covid-19, medan kan sudah level 2, dan Walikota Medan juga sudah berjanji akan memperlonggar segala aktivitas warga. 

    Janganlah masyarakat dipersulit dan di rongrong. Bereskan saja Kesemerawutan tonggak dan plang yang banyak mengganggu akses troroar jalan, parit-parit yang jorok dan kotor, setelah itu jangan lupa tumbuhan-tumbuhan dan sampah yang ada di jalan tolong dirapikan dan dibersihkan. 

    Selanjutnya warga mengatakan, Jangan bolak-balik tutup jalan, pohon-pohon ditebang, Kemudian tanam lagi. Nampak kali proyeknya, Bawalah medan ini dalam perubahan yang bisa menyejukkan warganya, ujar mereka. 

    Seyogyanya Walikota Medan Bobby Afif Nasution, harusnya bisa meninjau ulang kembali kapasitas Camat Medan Selayang dan kompetensi Plt Camat Medan Selayang, dan juga Kasie Trantib nya, Ujarnya.”

   Selanjutnya, petugas yang menutup jalan bukanlah petugas yang berwenang, yaitu kumpulan Kepala Lingkungan setempat.

   Selanjutnya, Warga setempat mengatakan, Pejabat Kasi Trantib bersama Camat Medan Selayang tidak ada kelihatan batang hidungnya sama sekali, Ketika hendak dimintai konfirmasi, sampai berita ini di terbitkan. Karena penutupan tersebut tidak diketahui mulai tanggal dan sampai tanggal berapa.... ? 

Bahkan diluar jam ketentuan yang diusulkan Oknum Camat Medan Selayang Jam 18.00 wib. Bahkan jam 12.00 pun ditutup.

(E79)

Polda Sumut Selidiki Penyebab Kematian Tahanan Narkoba

By On Oktober 18, 2021


Medan-Polda Sumut menurunkan Tim Gabungan untuk mendalami penyebab kematian tahanan Narkoba Polres Taput atas nama Daniel Silitonga

Kapolres Tapanuli Utara AKBP. Ronald Sipayung, SH, SIK, MH dihadapan awak media, Senin (18/10) mengatakan saat Ini Tim Gabungan Polda yang terdiri dari Propam, Bagian Wasidik Narkoba, Laboratorium Forensik dan Rumah sakit Bhayangkara saat ini tengah Mendalami penyebab kematian seorang Tahana Narkoba di Polres Tapanuli Utara.

"Bapak Kapolda telah menurunkan team untuk menyelidiki penyebab kematian dan bagaimana proses saat penangkapan tersangka", ucapnya

Kapolres Taput segera merespon dengan cepat kasus kematian Tahanan Narkoba dengan mendatangi keluarga dan menjumpainya di rumah duka serta mendengarkan keberatan pihak keluarga atas meninggalnya Daniel Silitonga

Kapolres mempersilahkan Pihak keluarga Daniel Silitonga untuk membuat laporan pengaduan di Propam Polres Taput pada hari Jumat tgl 15 Oktober 2021 terkait kecurigaan atas meninggalnya Daniel Silitonga

"Pemeriksaan oleh Tim dari Polda saat ini masih berjalan. Sudah ada 11 yang diminta klarifikasi dan keterangan diantaranya 5 penyidik Polri, 2 petugas jaga tahanan dan 4 orang teman dalam satu blok sel Daniel Silitonga. Hari ini 4 orang pihak keluarga Alm. Daniel Silitonga juga sedang dimintai keterangan", jelas Kapolres Taput

Lanjutnya, jika terbukti ada ketidakprofessionalan anggota Polres Taput dalam penanganan perkara maka akan dilakukan dan diberikan tindakan tegas terhadap oknum anggotanya.

"Atas nama pimpinan Polda Sumut dan Polres Taput kami menyampaikan turut berduka cita dan berbelasungkawa atas meninggalnya Daniel Silitonga. Percayakan kepada Polri proses penanganannya dan tentu secara terbuka akan kita sampaikan kepada keluarga", ucap Kapolres Taput

Ditempat yang berbeda Kabid Humas Polda Sumut membenarkan bahwa Tim bekerja Untuk menjawab berbagai keraguan pihak keluarga dan publik.

"Tim Propam Polda dan Bagian wasidik akan bekerja dengan transfaran, memastikan apakah penyidik betul-betul sudah menjalankan SOP nya sebagaimana Perkap 6 tahun 2019, kita tunggu hasilnya ya," Pungkas Hadi.

(E79)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *